Dalam rangka menjaga konsistensi dan kesinambungan nilai-nilai
kebangsaan yang telah dirintis oleh para pendahulu, kita tidak boleh
lengah dan lupa akan makna hakiki nilai-nilai kebangsaan tersebut.
secara khusus hal ini sangat penting dalam menyikapi dan menghadapi era
perubahan dan kemajuan yang terjadi dewasa ini yang akan terus terjadi
di masa-masa mendatang demikian dikatakan Menteri Komunikasi dan
Informatika RI Tifatul Sembiring dalam sambutan tertulis yang dibacakan
oleh Bupati sukabumi H. Sukmawijaya pada peringatan Hari Kebangkitan
Nasional ke 104 tingkat Kabupaten Sukabumi bertempat di Alun-alun
Palabuhanratu, Senin ( 21/5). Hadir pada kesempatan tersebut Muspida dan
undangan lainnya.
Dikatakan Menkominfo, proses
terwujudnya kebangkitan nasional dihadapkan pada berbagai situasi yang
sangat kompleks. dimana antara ketidakadilan, pengingkaran hak-hak asasi
manusia, diskriminasi, ketidaksamaan (inequality), jurang perbedaan antara privileged dan underprivileged,
serta kontradiksi perikehidupan dan konflik di masyarakat terus saja
terjadi. Inilah yang mendorong motivasi dan tekad para pemuda untuk
berjuang membangun bangsa yang berdaulat, melepaskan diri dari ketidak
adilan dan tindasan semena-mena, serta cita-cita luhur kemerdekaan
bangsa.
Lebih lanjut Menkominfo mengatakan, Nasionalisme
sesungguhnya merupakan tahap penting dalam sejarah peradaban. itu semua
terjadi didorong oleh faktor sejarah yang secara ideologis merupakan
kristalisasi kesadaran berbangsa dan bernegara. (saltem from facebook-humaskabupatensukabumi)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar